BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menyusun program jangka panjang untuk mengurangi dampak kerugian di bidang pertanian akibat terjadinya banjir. Ada 3 sektor utama yang akan dijalankan mengingat bencana banjir kerap terjadi tiap tahun dan melanda kawasan pertanian.
"Banyak sekali kerugian yang dirasakan berbagai sektor karena banjir. Salah satu sektor yang juga dirugikan tentu saja adalah sektor pertanian seperti kemaren sampai petani panen lebih awal," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Senin 10 Oktober 2022.
Langkah yang disiapkan di antaranya meninggikan bedengan, memperdalam drainase hingga melakukan pengerukan sungai. Pada bagian pengerukan sungai sudah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bedengan pada kegiatan pertanian berfungsi sebagai media tumbuh untuk berbagai jenis tanaman yang sedang dibudidayakan. Tidak hanya itu, bedengan juga dapat membantu menjaga kelembapan pH, suhu, ketercukupan air tanah serta untuk membantu mempermudah sistem irigasi lahan.
Sementara pendalaman drainase merupakan tindakan teknis dalam mengurangi kelebihan air yang diakibatkan oleh air hujan, rembesan, dan kelebihan air irigasi agar fungsi kawasan pertanian tidak terganggu.
--page
Secara tidak langsung, drainase juga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian serta membantu mencapai keuntungan yang maksimal dari hasil produksi tersebut.
"Drainase yang berfungsi dengan baik juga bisa menjadi salah satu strategi untuk mengatasi lahan yang sering terdampak banjir," ujarnya. (HENDRI/B-11)









