PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berupaya untuk melestarikan kesenian menganyam rotan melalui berbagai pelatihan teknis peningkatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini berangkat dari kekhawatiran akan hilangnya kesenian yang sudah diwariskan turun-temurun.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, pelestarian atas kerajinan ini bukan hanya mempertahankan budaya lokal, namun juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang industri kecil dan menengah.

"Beberapa hari kemaren sudah selesai pelatihan menganyam rotan yang dilaksanakan Disperindag. Kita terus melestarikan kerajinan ini supaya dapat memberikan pertumbuhan ekonomi masyarakat sambil kita mempertahankan kesenian daerah," katanya, Senin, 21 November 2022.

Pelatihan sebelumnya diikuti 30 peserta perwakilan dari 5 kecamatan. Melalui pelatihan itu diharapkan aneka produk berbahan dasar rotan produksi masyarakat Kota Cantik semakin mampu bersaing dengan produk lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta dibimbing untuk praktek membuat barang-barang kerajinan berbahan baku rotan selama tiga hari. Hasil dari bimtek tersebut peserta sudah bisa membuat berbagai produk anyaman rotan, di antaranya vas bunga, keranjang sampah, keranjang buah dan berbagai anyaman bakul dari rotan.

"Diharapkan melalui pelatihan ini akan tumbuh industri-industri baru yang bergerak di kerajinan rotan dan pada akhirnya membuka peluang usaha serta membuka lapangan kerja baru," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah mendukung berkembangnya para pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya, agar jumlah angkatan kerja yang ada dapat terserap dengan maksimal.

Untuk itu, pelaku IKM menjadi salah satu sektor yang sangat penting, karena terbukti usaha kecil dan menengah merupakan salah satu usaha yang mampu bertahan dan menggerakkan perekonomian di kala industri lainnya terpuruk, serta mampu menciptakan lapangan kerja walaupun terbatas. (HENDRI/B-6)