PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerataan sanitasi total berbasis masyarakat atau STBM menjadi salah satu program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya. Ini sebagai perwujudan menuju kota sehat dan bebas pencemaran lingkungan.

Infrastruktur STBM dijalankan Dinas PUPR dengan menggandeng pihak swasta melalui pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana hibah. Pembangunannya pun dilakukan secara swakelola di tingkat kelurahan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah mengatakan, STMB merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

"Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcom yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku," katanya, Selasa, 22 November 2022.

Sedangkan indikator outputnya yaitu setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitas dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari BAB sembarangan.

Kemudian setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas tersedia fasilitas cuci tangan sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.

--page

"Melalui program ini juga diharapkan warga dapat mengelola limbahnya dengan benar dan setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan bijak. Hal ini sejalan dengan keinginan untuk mencapai Open Defecation Free (ODF)," pungkasnya. (HENDRI/B-5)