BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melalui Sekda Hera Nugrahayu menyatakan komitmen untuk menciptakan birokrasi yang lincah dan cepat melalui digitalisasi atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
"Birokrasi yang kita jalankan ini harus berdampak, karena kadang kita sibuk tapi dampaknya tidak jelas. Digitalisasi juga harus berdampak karena digitalisasi bukan tujuan, digitalisasi jadi sarana mempercepat pencapaian tujuan itu yakni lincah dan cepat," katanya, Senin, 13 Maret 2023.
Ia mengatakan, terdapat tiga hal mendasar tentang reformasi birokrasi, salah satunya adalah birokrasi lincah dan cepat.
Penerapan digitalisasi dirasa menjadi salah satu cara untuk melahirkan birokrasi yang lincah dan cepat, sebab semua kebutuhan sudah terintegrasi dalam satu genggaman.
"Melalui akselerasi digitalisasi dapat membawa transformasi reformasi birokrasi di tahun 2025 menjadi dynamic governance. Saatnya birokrasi semakin efektif efisien dengan ciri agile dan adaptif sehingga setara dengan birokrasi berkelas dunia," tegasnya.
--page
Sebelumnya, transformasi reformasi birokrasi tahun 2013 adalah rule based bureaucracy. Kala itu birokrasi cenderung kaku dan berorientasi pada aturan.
Kemudian transformasi performance based bureaucracy di tahun 2018 ketika birokrasi berorientasi hasil, manajemen kinerja diterapkan dan didukung SPBE. (HENDRI/H)









