PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaku kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) oleh salah satu penumpang KM Awu saat berlayar di perairan Laut Jawa yang menyebabkan adanya korban jiwa, Rabu, 15 November 2023 sekitar pukul 15.35 WIB, diduga adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Hal tersebut disampaikan oleh  Kepala Kantor Cabang PT Pelni Pangkalan Bun, Rony Abdullah, saat dikonfirmasi, Kamis, 16 November 2023.

"Pelaku diduga adalah ODGJ. Karena dari laporan yang kami terima serta melihat hasil rekaman CCTV, si pelaku tanpa sebab yang jelas langsung mengamuk dan melukai penumpang lain yang tidak siap," jelas Rony Abdullah.

Menurut Rony Abdullah, pelaku kekerasan tersebut juga akhirnya meninggal dunia beberapa saat setelah dilumpuhkan massa atau penumpang kapal.

"Karena petugas kapal tidak kuasa menahan amukan penumpang yang marah akibat ilah pelaku," jelas Rony Abdullah.

--page

Saat ditanyakan apakah benar kejadian ini dipicu oleh rebutan tempat tidur, seperti isu yang santer beredar, hal tersebut dibantah Rony Abdullah.

"Karena kapal tersebut berkapasitas 1000 penumpang, sementara kemarin penumpang yang turun di pelabuhan Panglima Utar, Kumai berjumlah 775 orang," jelas Rony Abdullah.

Kemudian saat ditanyakan, bagaimana  teknis pemeriksaan penumpang sebelum naik kapal dan kenapa ada senjata tajam dibawa oleh penumpang, Rony Abdullah mengatakan ia tidak bisa menjawabnya lantaran diluar kewenangannya.

"Karena Pelabuhan Panglima Utar, Kumai adalah destinasi terakhir kapal tersebut. Sebelumnya kapal itu berangkat dari Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur dan melewati beberapa pelabuhan lain sebelum sampai ke Pelabuhan Kumai," jelas Rony Abdullah.

Rony Abdullah mengatakan, ia hanya bisa menjelaskan prosedur pemeriksaan penumpang bila berangkat dari Pelabuhan Kumai sesuai tugasnya.

--page

"Biasanya penumpang dan barang wajib melewati mesin X-Ray untuk mengetahui barang bawaan. Apakah ada benda berbahaya atau tidak," jelas Rony Abdullah.

Seperti diberitakan, akibat peristiwa kekerasan oleh salah satu penumpang yang diduga ODGJ tersebut terdapat beberapa korban.

Pelaku atas nama Sipriano Mario Docarmo yang berangkat dari Kupang, NTT menuju Kumai, Kabupaten Kobar, Kalteng saat mengamuk menggunakan senjata tajam jenis belati dan parang.

Pelaku sendiri akhirnya meninggal dunia lantaran diamuk massa penumpang kapal. Pasalnya pelaku terus mengamuk dan tidak mau menyerah.

Kemudian 1 korban meninggal lainnya yaitu Ismail yang berangkat dari Surabaya menuju Kumai.

--page

Setelah itu korban penumpang lain yang mengalami luka adalah Agnes Nabu yang berangkat dari Kupang - Kumai, Petronela Bete berangkat dari Kupang - Kumai, Devirgo Alvirgo berangkat dari Kupang - Kumai dan Syamsudin berangkat dari Surabaya - Kumai. (WAHYU KRIDA/)