PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan target nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, melalui Kepala Bappedalitbang, Fauzi Rahman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani stunting di kota tersebut.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, gizi, sanitasi dan pendidikan bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak.

"Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti dinas terkait, puskesmas, posyandu, sekolah, kelurahan dan masyarakat, untuk mengintegrasikan program penurunan stunting," katanya, Kamis, 7 Desember 2023.

Fauzi menambahkan bahwa pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan stunting di kota tersebut.

--page

Ia mengatakan bahwa berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting di Palangka Raya sebesar 18,6 persen, yang menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 21,3 persen.

"Kami optimis bisa mencapai target 14 persen di tahun 2024, karena kami sudah melihat adanya perbaikan di beberapa indikator, seperti status gizi, akses air bersih, sanitasi, dan imunisasi," ujarnya.

Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, akibat dari kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Stunting dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari. (HENDRI/Y)