PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menyatakan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan dasar sebagai upaya menekan angka stunting di kota tersebut.

Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek daripada standar usianya.

Hera mengatakan, stunting merupakan masalah serius yang harus segera ditangani, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan.

Oleh karena itu, ia berjanji untuk meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan anak balita, serta memperbaiki sanitasi dan akses air bersih di wilayah Palangka Raya.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas sosial, dan puskesmas, untuk mengintegrasikan program-program pencegahan dan penanganan stunting," katanya, Kamis, 21 Desember 2023.

--page

Selain itu juga akan mengoptimalkan peran posyandu dan kader kesehatan di tingkat kelurahan, untuk melakukan deteksi dini, pemberian suplemen dan edukasi gizi kepada masyarakat.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peduli terhadap gizi anak-anak mereka.

Ia menyarankan agar anak-anak mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dan diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan bergizi setelahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar anak-anak rutin mengikuti imunisasi dan memeriksakan pertumbuhan dan perkembangannya ke fasilitas kesehatan terdekat. (HENDRI/j)