PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya memperkuat pengamanan aset tanah di Palangka Raya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Sumarsono, melalui Kepala Bidang Pertanahan Esti Sih Devitasari, telah meluncurkan inovasi baru berupa Sistem Pengamanan Aset Tanah, dikenal sebagai Simantan.

Simantan merupakan sebuah terobosan teknologi berbasis website dengan alamat Simantan.palangkaraya.go.id. Website ini didesain menggunakan pemetaan yang komprehensif, menyediakan informasi mendetail mengenai aset tanah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Pengguna dapat dengan mudah mengakses data tentang pemilik sebelumnya, lokasi, luas, peruntukan, pemanfaatan, serta proses peralihan hak atas tanah tersebut.

"Salah satu keunggulan utama Simantan adalah kemudahan akses bagi berbagai pihak, termasuk pengembang, masyarakat umum, dan instansi terkait di Pemko Palangka Raya," kata Esti, Jumat, 5 Januari 2024.

--page

Esti menjelaskan bahwa jika sebelumnya pengamanan tanah dilakukan secara fisik dengan papan nama, Simantan hadir untuk mengamankan aset tanah secara data. Hal ini memastikan bahwa informasi mengenai aset tanah Pemko Palangka Raya tersusun dengan baik dan dapat diakses dengan lebih mudah.

Dengan kehadiran Simantan, diharapkan efisiensi dalam memantau dan mengelola aset tanah meningkat secara signifikan. Selain itu, transparansi mengenai kepemilikan tanah juga dapat ditingkatkan, membantu dalam proses pengembangan wilayah serta memperkuat tata kelola aset publik di Kota Palangka Raya.

Para pengguna website Simantan dapat mengakses informasi tanah Pemko Palangka Raya secara komprehensif, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan lahan di wilayah tersebut.

"Inovasi Simantan dari Disperkimtan Palangka Raya merupakan langkah progresif dalam mengoptimalkan pengelolaan aset tanah Pemko Palangka Raya. Diharapkan dengan adanya sistem ini, manajemen tanah akan menjadi lebih efektif dan transparan bagi semua pihak yang terlibat," pungkasnya. (PATHUR/H)