BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk mewujudkan pertanian terpadu di wilayahnya. Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu.
Dia mengatakan, pertanian terpadu adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan berbagai komponen, seperti tanaman, ternak, ikan dan lingkungan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kesejahteraan petani.
"Kami ingin mendorong pertanian terpadu, karena ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya petani. Selain bisa meningkatkan hasil panen, pertanian terpadu juga bisa menghemat biaya, mengurangi limbah, dan menjaga keseimbangan ekosistem," katanya, Rabu, 24 Januari 2024.
Hera mencontohkan, di lahan pertanian petani tidak hanya menanam padi, tapi juga memelihara sapi, ayam atau bebek dan ikan. Hasilnya, petani bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan telur, daging dan ikan.
--page
Selain itu, kotoran ayam dan bebek bisa digunakan sebagai pupuk organik, sedangkan air bekas kolam ikan bisa digunakan untuk mengairi sawah.
"Tentu saja, kami akan memberikan bantuan dan fasilitas yang dibutuhkan, seperti bibit, pakan, alat, dan bimbingan nantinya," jelasnya.
Hera menambahkan, pertanian terpadu juga sejalan dengan visi Palangka Raya sebagai kota hijau dan berkelanjutan. Dengan pertanian terpadu, Palangka Raya bisa menjadi kota yang mandiri pangan, ramah lingkungan, dan berdaya saing. (HENDRI/H)









