BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menyatakan dukungannya terhadap pembangunan perikanan budi daya berbasis ekonomi biru yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi. Ekonomi biru adalah konsep pembangunan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal, berkelanjutan, dan inklusif.
Utamanya adalah dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu pilar ekonomi biru adalah perikanan budi daya, yaitu kegiatan memelihara dan menumbuhkan ikan, udang, atau organisme air lainnya di kolam, tambak, atau karamba yang dikendalikan.
Menurut Indriarti, perikanan budi daya memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan, dan ketahanan pangan masyarakat Palangka Raya.
Ia mengatakan, saat ini ada sekitar raturan pembudidaya ikan di Palangka Raya, dengan luas lahan budi daya mencapai puluhan hektar. Komoditas unggulan yang dibudidayakan antara lain ikan nila, lele, patin, gurame dan ikan mas.
--page
"Kami berharap dengan adanya program ekonomi biru dari KKP, kami bisa mendapatkan bantuan berupa bibit, pakan, sarana, dan prasarana budi daya, serta bimbingan teknis dan manajemen usaha," katanya, Selasa, 6 Februari 2024.
Dia juga berharap ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam mendukung pengembangan perikanan budi daya di Palangka Raya. (HENDRI/j)









