PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus mengoptimalkan program Gesit, yaitu penyetaraan Gender dan Inklusi Sosial dalam Infrastruktur.

Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok marginal, melalui penyediaan infrastruktur yang ramah gender dan inklusif.

Kepala Bappedalitbang Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengatakan program Gesit merupakan salah satu program unggulan Pemko yang didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT).

"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama perempuan dan kelompok marginal, yang selama ini kurang mendapatkan akses dan pelayanan infrastruktur yang memadai," katanya, Rabu, 7 Februari 2024.

Program Gesit meliputi beberapa kegiatan, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jalan, trotoar, drainase, jembatan, fasilitas air bersih, sanitasi, dan persampahan.

--page


Kemudian pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, bantuan modal, dan fasilitas usaha serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam perencanaan, penganggaran, pengawasan dan evaluasi infrastruktur yang berperspektif gender dan inklusif.

"Kami mengadakan konsultasi publik, musyawarah masyarakat, dan survei kepuasan masyarakat untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak, terutama perempuan dan kelompok marginal, yang menjadi sasaran utama program ini," tambah Fauzi.

Menurutnya program Gesit telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Palangka Raya. Beberapa dampak yang dirasakan antara lain peningkatan akses dan mobilitas masyarakat.

Khususnya perempuan dan kelompok marginal, ke berbagai fasilitas publik, seperti pasar, sekolah, puskesmas dan tempat ibadah, peningkatan kualitas lingkungan hidup, kesehatan dan kebersihan masyarakat.

Selain itu juga terdapat peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok marginal, melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (HENDRI/Y)