PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat miskin ekstrem yang masih di usia produktif untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu dan Kepala Dinas Sosial, Riduan saat bertemu dan berdiskusi dengan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Beny Sujanto di Jakarta.

Hera mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan program-program pemberdayaan sosial yang ada.

Di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Ia juga berharap, Kemensos RI dapat memberikan dukungan dan bimbingan dalam pelaksanaan program-program tersebut.

--page

"Kami ingin masyarakat miskin ekstrem di Palangka Raya tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan mereka," katanya, Senin, 4 Maret 2024.

Sementara itu, Beny Sujanto mengapresiasi langkah Pemko Palangka Raya dalam memberdayakan masyarakat miskin ekstrem.

Ia menilai, Palangka Raya memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata.

Ia juga menjanjikan, Kemensos RI akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemko Palangka Raya dalam mengimplementasikan program-program pemberdayaan sosial.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas tentang data dan profil masyarakat miskin ekstrem di Palangka Raya, serta strategi dan inovasi dalam penanganan dan pencegahan kemiskinan. (HENDRI/j)