BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menyatakan optimisme dalam mencapai target penurunan angka stunting hingga 16 persen tahun ini dengan anggaran sebesar Rp26,8 miliar.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, M Fitriyanto Leksono.
Dia mengungkapkan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program intervensi gizi yang diharapkan dapat mengurangi prevalensi stunting di kalangan anak-anak.
"Kami telah merancang serangkaian program yang tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pendidikan, sanitasi dan akses air bersih. Kami yakin bahwa dengan pendekatan multi-sektoral ini, kami dapat mencapai target yang telah ditetapkan," katanya, Senin, 25 Maret 2024.
Stunting merupakan kondisi pertumbuhan terhambat pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Hal ini telah menjadi fokus utama Pemko Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir.
--page
Dengan anggaran yang signifikan ini, diharapkan upaya-upaya penanggulangan stunting akan lebih efektif dan dapat memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. (HENDRI/Y)









