BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya telah mengadopsi pendekatan perencanaan dari bawah ke atas atau bottom up planning dalam upaya mempercepat pembangunan.
Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu melalui Kepala Bappedalitbang, Fauzi Rahman menekankan pentingnya metode ini dalam menyerap dan mewujudkan aspirasi masyarakat.
"Bottom-up planning adalah kunci untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," katanya, Sabtu, 30 Maret 2024.
Menurutnya dengan mendengarkan langsung dari warga pemerintah dapat memastikan bahwa setiap program dan proyek yang dilaksanakan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Metode ini membuka partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Misalnya melalui Musrenbang berjenjang yang dilakukan setiap tahun.
--page
Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas program yang dijalankan tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab warga terhadap hasil pembangunan.
Pemko Palangka Raya telah mengadakan serangkaian forum diskusi dengan berbagai kelompok masyarakat untuk mengumpulkan masukan dan ide.
"Informasi yang terkumpul akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja pemerintah kota untuk tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (HENDRI/H)









