BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Mei 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 5,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,28 pada Mei 2023 menjadi 111,65 pada Mei 2024.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah makanan sebesar 5,35 persen, dan yang terendah adalah subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 2,62 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Senin, 3 Juni 2024.
Kelompok ini pada Mei 2024 menurut Eko memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,94 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y, kata Eko, yaitu daging ayam ras sebesar 0,33 persen, beras sebesar 0,24 persen, tomat sebesar 0,17 persen, gula pasir sebesar 0,16 persen, ikan nila dan Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,13 persen, udang basah sebesar 0,08, ikan patin dan bawang merah sebesar 0,07 persen, Sigaret Kretek Tangan atau SKT dan bawang putih sebesar 0,05 persen, kemudian biskuit, ikan saluang, ikan gabus, makanan ringan/snack, dan telur ayam ras sebesar 0,04 persen, lalu wafer, ikan bawal, semangka, dan bayam sebesar 0,03 persen.
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu ikan papuyu sebesar 0,07 sebesar persen, lalu ikan peda, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, daun singkong, dan ikan layang/ikan benggol sebesar 0,02 persen, kemudian tahu mentah, minyak goreng, kacang panjang, daging sapi, ikan bandeng/ikan bolu, ikan sepat siam, jeruk, ikan asin sepat, dan daun katuk sebesar 0,01 persen," tutur Eko lagi.
Kelompok ini pada Mei 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m, yaitu daging ayam ras sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen, ikan patin dan udang basah sebesar 0,03 persen, lalu ikan papuyu, ikan nila, dan gula pasir sebesar 0,02 persen, kemudian minyak goreng, ikan saluang, ikan selar/ikan tude, bawang putih, bayam, terong, semangka, ikan layang/ ikan benggol, daging babi, ikan peda, dan kol putih/kubis sebesar 0,01 persen.
--page
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi m-to-m, yaitu cabai rawit dan ikan gabus sebesar 0,05 persen, telur ayam ras sebesar 0,02 persen, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, tomat, cabai merah, pepaya, beras, dan jeruk sebesar 0,01 persen," jelas Eko lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









