BORNEONEWS, Palangka Raya - Terjadi kenaikan pada indeks kelompok kesehatan yang mengakibatkan inflasi di Kalimantan Tengah pada Juni 2024.
"Kelompok kesehatan pada Juni 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,64 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 101,48 pada Juni 2023 menjadi 103,14 pada Juni 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 3 Juli 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, kata Agnes, adalah subkelompok jasa rawat inap sebesar 7,58 persen.
"Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y adalah subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,35 persen," tuturnya.
Kelompok ini menurut Agnes pada Juni 2024 memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,04 persen.
--page
"Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y adalah tarif rumah sakit sebesar 0,03 persen dan tarif dokter umum sebesar 0,01 persen," jelasnya.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi y-on-y, lanjutnya, adalah masker sebesar 0,02 persen.
"Kelompok ini pada Juni 2024 memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi inflasi m-to-m adalah tarif rumah sakit sebesar 0,02 persen," jelas Agnes lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









