BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam keterampilan pengolahan industri kayu.
Upaya ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang berlokasi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sumber daya alam (SDA) yang terdapat di wilayah Palangka Raya dapat dikelola dengan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Mengembangkan keterampilan SDM di sektor pengolahan kayu adalah langkah strategis untuk memaksimalkan potensi SDA kita. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tenaga kerja lokal dapat lebih terampil dan siap bersaing di industri pengolahan kayu,” katanya, Jumat, 12 Juli 2024.
Polifurneka sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang fokus pada pengembangan keterampilan di bidang furnitur dan pengolahan kayu.
--page
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang signifikan, sehingga dapat meningkatkan daya saing industri kayu di Palangka Raya.
Selain peningkatan keterampilan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah dan berkualitas.
Hal ini sejalan dengan visi Pemko Palangka Raya untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan industri lokal.
Langkah ini juga diharapkan dapat menarik investasi di sektor pengolahan kayu dan furnitur, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
“Dengan SDM yang terampil, kita tidak hanya mengolah SDA dengan lebih baik, tetapi juga menciptakan produk-produk berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi,” tambahnya.
Kerja sama ini masih dalam tahap awal penjajakan, namun diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Pemko Palangka Raya optimis bahwa dengan kolaborasi ini, kualitas dan daya saing industri pengolahan kayu di wilayahnya akan semakin meningkat. (HENDRI/j)









