BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 4,12 persen pada September 2024. Indeks harga kelompok ini meningkat dari 102,95 pada September 2023 menjadi 107,19 pada September 2024.
"Seluruh subkelompok dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi. Subkelompok perawatan pribadi lainnya mencatat inflasi y-on-y tertinggi, yaitu sebesar 15,63 persen," kata Agnes pada Jumat, 4 Oktober 2024.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam harga barang dan jasa yang termasuk dalam subkelompok tersebut.
Pada September 2024, lanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,23 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan sebesar 0,21 persen, serta pembalut wanita, popok bayi sekali pakai atau diapers, dan shampo masing-masing sebesar 0,01 persen," tuturnya.
Sebaliknya, kata Agnes, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y adalah sabun mandi cair sebesar 0,01 persen.
"Meskipun demikian, kontribusi deflasi ini tidak cukup signifikan untuk mengimbangi inflasi yang terjadi pada komoditas lainnya dalam kelompok ini," tuturnya.
Agnes Widiastuti juga menambahkan bahwa pada September 2024, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m. Hal ini menunjukkan stabilitas harga dalam jangka pendek meskipun terdapat inflasi tahunan yang cukup tinggi.
"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang cukup besar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya di Kalteng, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas tertentu. BPS Provinsi Kalteng akan terus memantau perkembangan ini untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









