BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, seluruh kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y.
Dari empat kabupaten/kota yang ada, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara dengan angka 1,19 persen dan IHK sebesar 108,03. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah tercatat di Kota Palangka Raya dengan angka 0,88 persen dan IHK sebesar 106,09.
"Secara month-to-month (m-to-m), seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi. Kabupaten Kapuas mencatat inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,90 persen, sedangkan inflasi m-to-m terendah terjadi di Kota Palangka Raya dengan angka 0,24 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 6 Januari 2025.
Data ini menunjukkan adanya peningkatan harga yang konsisten di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Inflasi yang terjadi di Kalimantan Tengah pada Desember 2024 mencerminkan dinamika ekonomi yang kompleks di wilayah tersebut. Faktor-faktor seperti permintaan konsumen, biaya produksi, dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi tingkat inflasi yang berbeda di setiap kabupaten/kota.
"Kabupaten Sukamara dan Kapuas menunjukkan tren inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Palangka Raya," katanya.
Peningkatan inflasi ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di Kalimantan Tengah. Masyarakat di Kabupaten Sukamara dan Kapuas mungkin merasakan tekanan yang lebih besar akibat kenaikan harga barang dan jasa. Di sisi lain, Kota Palangka Raya meskipun mengalami inflasi terendah, tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan harga di masa mendatang.
Pemerintah daerah di Kalimantan Tengah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak negatif inflasi terhadap masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan inflasi ini.
"Secara keseluruhan, inflasi yang terjadi di Kalimantan Tengah pada Desember 2024 menjadi perhatian penting bagi semua pihak. Dengan pemantauan yang cermat dan kebijakan yang efektif, diharapkan inflasi dapat dikendalikan dan ekonomi Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dengan baik," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









