BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar operasi pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya di tujuh kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya. Operasi pasar murah ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.
Salah satu lokasi operasi pasar murah dilaksanakan di Kelurahan Petuk Barunai, Kecamatan Rakumpit.
"Warga dapat menebus paket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir 2 kg, dan minyak goreng 2 liter dengan harga subsidi Rp100.000 per paket. Paket sembako ini disubsidi oleh pemerintah untuk meringankan beban masyarakat," kata Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal Selasa, 15 April 2025.
Dia menjelaskan bahwa operasi pasar murah ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa sebelumnya. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan menjaga daya beli masyarakat pasca hari besar keagamaan.
--page
Sebanyak 3.021 paket sembako disiapkan untuk didistribusikan di tujuh kelurahan yang menjadi sasaran. Tujuh kelurahan yang menjadi target operasi pasar murah ini meliputi Kelurahan Petuk Barunai, Pager, Petuk Bukit, Kereng Bangkirai, Sei Gohong, Marang, dan Petuk Ketimpun. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Samsul Rizal menambahkan bahwa program pasar murah ini merupakan implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.
Operasi pasar murah yang berkelanjutan difokuskan pada komoditas pangan strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng untuk mencegah potensi inflasi.
Melalui operasi pasar murah ini, Pemko Palangka Raya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakatnya dengan menyediakan akses mudah dan harga terjangkau terhadap bahan pokok.
"Upaya ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasaran pasca Lebaran," pungkasnya. (PATHUR/Y)









