PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan memperhatikan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam program kerja 100 hari pertama kepemimpinan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, adalah menghadirkan pembangunan rumah ibadah yang ramah bagi anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa tempat-tempat suci di Kota Cantik dapat diakses dan digunakan dengan nyaman oleh semua warga, tanpa terkecuali.

Wali Kota Fairid Naparin secara langsung menyampaikan prioritas ini sebagai bagian dari visi pembangunan kota yang humanis dan berkeadilan.

Dia menekankan bahwa rumah ibadah bukan hanya sekadar tempat untuk beribadah, tetapi juga ruang sosial yang penting bagi pembentukan karakter anak-anak dan tempat berkumpul yang nyaman bagi para lansia.

"Oleh karena itu, desain dan fasilitas rumah ibadah ke depan akan mempertimbangkan aspek-aspek keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi kedua kelompok usia tersebut," katanya, Jumat, 18 April 2025.

Lebih lanjut, Fairid menjelaskan bahwa konsep rumah ibadah ramah anak akan diimplementasikan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti ruang bermain atau belajar yang aman dan menarik, toilet khusus anak, serta area yang memungkinkan interaksi positif antar generasi.

Sementara itu, untuk lansia, fokus akan diberikan pada kemudahan aksesibilitas seperti ramp yang landai, pegangan tangan di area strategis, tempat duduk yang nyaman, serta penerangan yang memadai untuk menghindari risiko terjatuh.

Langkah konkret untuk mewujudkan program ini akan segera diinisiasi melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta dinas-dinas terkait.

Proses perencanaan dan desain rumah ibadah yang akan dibangun maupun direnovasi akan melibatkan masukan dari para ahli dan perwakilan masyarakat untuk memastikan bahwa kebutuhan dan harapan anak-anak serta lansia dapat terakomodasi dengan baik.

Selain pembangunan fisik, program ini juga akan mencakup sosialisasi dan edukasi kepada pengurus rumah ibadah dan jemaah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua usia.

"Diharapkan, kesadaran akan kebutuhan khusus anak-anak dan lansia di rumah ibadah dapat meningkat, sehingga tercipta suasana yang saling menghormati dan mendukung," pungkasnya. (HENDRI/H)