PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Sekda Palangka Raya, Arbert Tombak, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pangan jajanan anak usia sekolah (PJAS).

Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk memastikan bahwa jajanan yang dikonsumsi siswa terbebas dari bahan berbahaya serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Arbert menegaskan bahwa kesehatan dan keamanan anak-anak sekolah merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Palangka Raya.

"Kami akan memperkuat pembinaan kepada para pedagang jajanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Edukasi mengenai pentingnya penggunaan bahan-bahan yang aman dan bergizi akan menjadi fokus utama," katanya, Rabu, 23 April 2025.

Dia menambahkan, pemerintah kota juga akan menggandeng pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif.

Selain pembinaan, pengawasan rutin dan berkala juga akan ditingkatkan secara signifikan. Tim gabungan akan melakukan inspeksi mendadak ke kantin-kantin sekolah dan pedagang jajanan di sekitar lingkungan pendidikan.

"Tentu untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ditetapkan. Tindakan tegas akan diberikan kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar ketentuan dan menjual produk yang berbahaya bagi kesehatan anak-anak," ujarnya.

Arbert  juga mengimbau peran aktif dari pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat dalam menciptakan ekosistem jajanan sehat di lingkungan pendidikan.

Sekolah diharapkan dapat membuat kebijakan yang mendukung penjualan makanan dan minuman sehat di kantin, sementara orang tua diharapkan dapat memberikan bekal makanan sehat dari rumah kepada anak-anak mereka.

Masyarakat juga diharapkan turut serta mengawasi dan melaporkan jika menemukan adanya praktik penjualan jajanan yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan. (HENDRI/j)