BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan keprihatinan mendalam atas beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh seorang oknum guru agama di salah satu SMP Negeri di Palangka Raya.
Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Palangka Raya, Arbert Tombak, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dan melakukan pendekatan yang baik kepada keluarga korban guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Kita prihatin dengan informasi di media sosial terkait oknum guru agama dimaksud," ujar Arbert Tombak,
Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk mengevaluasi sistem pembinaan pendidikan di kota guna menekan angka kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi tersebut akan mencakup seluruh aspek, mulai dari proses rekrutmen guru hingga pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara berkala.
Arbert Tombak menegaskan bahwa jika oknum guru agama tersebut masih tercatat sebagai pegawai Pemkot Palangka Raya, maka akan diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.
--page
Proses hukum akan ditegakkan untuk memberikan efek jera dan keadilan bagi korban. Pemkot Palangka Raya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terutama yang melibatkan tenaga pendidik dan menyangkut keselamatan anak.
"Pemkot akan terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman kekerasan seksual, sehingga anak-anak dapat belajar dan berkembang dengan optimal," pungkasnya. (PATHUR/Y)









