PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, meminta Pemerintah Kota (Pemko) melalui dinas terkait agar lebih memperhatikan kesehatan hewan ternak, khususnya ayam. 

Menurutnya, penyakit yang menyerang ternak dapat berdampak pada penurunan produksi, yang berujung pada lonjakan harga di pasaran.

“Pemerintah harus lebih aktif melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit ternak. Jika banyak ayam yang sakit atau mati, maka pasokan di pasar menurun dan ini bisa memicu kenaikan harga,” ujar Hasan, Jumat 25 April 2025.

Ia menegaskan pentingnya peran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam memberikan pendampingan kepada para peternak, termasuk vaksinasi rutin, pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan tentang manajemen kandang dan pakan.

Hasan juga mengingatkan bahwa stabilitas harga pangan, termasuk daging ayam, sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan hewan ternak adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Kita harus jaga kesehatan ternak sejak awal. Jangan tunggu sampai ada wabah baru bertindak. Kalau sudah telanjur, dampaknya bisa luas, termasuk inflasi,” tambahnya.

Ia berharap, Pemko Palangka Raya segera mengagendakan program pengawasan dan penanganan kesehatan ternak secara berkala.

“Ayam yang sehat akan menghasilkan daging yang sehat pula. Jika hewan ternak terjaga kesehatannya, maka masyarakat pun akan mengonsumsi makanan yang aman dan bergizi,” tegasnya. (MARINI/H)