BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi month-to-month atau m-to-m provinsi ini pada April 2025 mencapai 1,17 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional dan menempatkan Kalimantan Tengah pada posisi keenam dengan inflasi m-to-m terendah secara nasional.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga di wilayah tersebut.
"Kami melihat bahwa beberapa komoditas pangan dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang terkendali, sehingga tekanan inflasi tidak terlalu besar," kata Agnes dalam penyampaian berita resmi statistik pada Jumat, 2 Mei 2025.
Sementara itu, secara year-on-year atau y-on-y, inflasi nasional tercatat sebesar 1,95 persen. Agnes menambahkan bahwa angka inflasi y-on-y Kalimantan Tengah juga berada dalam tren yang moderat, mencerminkan pola konsumsi dan harga yang cukup stabil sepanjang tahun.
Menurut Agnes, faktor yang memengaruhi inflasi bulan April di Kalimantan Tengah antara lain harga bahan pangan dan transportasi.
"Kami akan terus memantau tren ini untuk memastikan bahwa kestabilan harga tetap terjaga dan tidak berdampak negatif pada daya beli masyarakat," jelasnya.
Dengan posisi inflasi yang relatif terkendali, pemerintah daerah bersama dengan BPS akan terus berupaya mengawasi dinamika harga dan memastikan kebijakan ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Upaya koordinasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









