PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan dan pencegahan stunting. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengungkapkan berbagai program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 untuk mengatasi masalah stunting di wilayahnya.

Program ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan fokus pada peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama keluarga berisiko stunting.

"Stunting adalah masalah serius yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia kita di masa depan, oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus berupaya menekan angka stunting di Kota Palangka Raya," ujar Fairid, Senin, 18 Agustus 2025.

Dinas Kesehatan dan Puskesmas akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan pelayanan kesehatan, dengan sasaran remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, balita, dan ibu pasca salin.

Selain itu, akan dilaksanakan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita untuk memastikan asupan gizi yang cukup.

OPD lain juga turut berperan aktif dalam program ini. Dinas Perikanan akan berupaya meningkatkan produksi hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan memberdayakan kelompok masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang akan membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat Skala Permukiman dan menyediakan air minum (SPAM) yang dioperasikan dan dipelihara.

Sementara itu, Dinas DaldukKBP3APM akan memberikan pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga berisiko stunting oleh TPK, pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dan peningkatan kapasitas kader Posyandu.

Dengan sinergi dari berbagai OPD dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya optimis dapat mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan.

"Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)