BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Perikanan Kota Palangka Raya sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan albumin dari ikan gabus. Pelatihan yang dimulai pada Selasa, 21 Oktober 2025 ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari lima kecamatan di Kota Palangka Raya, menandai komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi perikanan lokal.
Sekretaris Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Sri Utomo, saat penutupan pelatihan pada Kamis, 23 Oktober 2025, menyampaikan pentingnya kegiatan ini.
"Ikan gabus merupakan komoditas perikanan unggulan lokal dengan nilai ekonomi tinggi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pengolah dapat menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing," ujarnya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Albumin yang diekstrak dari ikan gabus dikenal luas memiliki beragam manfaat kesehatan yang signifikan.
Di antaranya adalah membantu mempercepat penyembuhan luka, terutama pasca operasi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu mengatasi kondisi hipoalbuminemia atau kadar albumin rendah.
Produk ini juga berperan penting dalam menunjang pertumbuhan jaringan tubuh, serta baik untuk gizi balita, ibu hamil, dan pasien dalam masa pemulihan.
Sri Utomo menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akan terus berupaya mendorong hadirnya kegiatan pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan lainnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor perikanan daerah secara berkelanjutan, memastikan para pelaku usaha memiliki kapasitas dan inovasi yang mumpuni.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk olahan berbasis ikan gabus dari Kota Palangka Raya tidak hanya semakin dikenal luas, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih besar.
Hal ini sekaligus membuka peluang usaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan.
Inisiatif Dinas Perikanan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan produk lokal bernilai tinggi.
"Diharapkan, albumin ikan gabus produksi Palangka Raya dapat menjadi ikon baru yang mengangkat nama daerah sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/Y)









