PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kota tahun 2025. Acara ini bertujuan untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah, khususnya Bahasa Dayak Ngaju, serta mendukung program Merdeka Belajar Episode 17 tentang revitalisasi bahasa dan sastra daerah.

FTBI diharapkan dapat memperkuat identitas budaya bangsa dan menjadikan generasi muda sebagai penutur aktif bahasa daerah.

Festival ini diikuti oleh siswa SD dan SMP sederajat dengan berbagai cabang lomba, yaitu:

- Cipta Puisi Bahasa Dayak Ngaju (SD: 11 orang, SMP: 13 orang)

- Karungut (SD: 8 orang, SMP: 14 orang)

- Komedi Tunggal (Standup Comedy) (SD: 6 orang, SMP: 8 orang)

- Mendongen Bahasa Dayak Ngaju (SD: 11 orang, SMP: 14 orang)

- Menulis Cerita Pendek Bahasa Dayak Ngaju (SD: 7 orang, SMP: 12 orang)

- Pidato Bahasa Dayak Ngaju (SD: 9 orang, SMP: 13 orang)

Total peserta yang berpartisipasi adalah 47 siswa SD dan 75 siswa SMP.

Penilaian dilakukan oleh 18 juri yang merupakan pakar, ahli di bidangnya, pemerhati budaya, dan seniman daerah. Pemenang dari setiap cabang dan jenjang lomba akan mendapatkan:

- Juara 1: Piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan Rp. 2.000.000

- Juara 2: Piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan Rp. 1.500.000

- Juara 3: Piala, sertifikat penghargaan, dan uang pembinaan Rp. 1.000.000

"Juara 1 dari setiap lomba jenjang SD dan SMP akan mewakili Kota Palangka Raya di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 3-5 November 2025" ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico ranan, Kamis, 23 Oktober 2025.

Lebih lanjut dirinya menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan penggunaan bahasa daerah sejak dini, karena bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya daerah.

Ketua panitia, yang juga Kabid Pembinaan SMP Palangka Raya Aswani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang berjenjang dan berharap para pemenang dapat mewakili Kota Palangka Raya di tingkat provinsi.

"Ajang tingkat provinsi akan dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah nantinya," pungkasnya. (PATHUR/H)