BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memfokuskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 pada penguatan kemandirian fiskal serta memprioritaskan sektor layanan publik.
Hal ini disampaikan oleh Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyusul adanya penurunan pendapatan daerah yang disebabkan oleh berkurangnya dana transfer dari pusat.
"Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kemandirian fiskal," ujar Arbert Tombak, Kamis, 6 November 2025.
Meski realisasi PAD tahun 2025 sempat rendah karena perlambatan ekonomi, kami optimis hingga akhir tahun pendapatan dapat mendekati 90 persen dari target.
Selain memperkuat fiskal, prioritas APBD 2026 juga difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pemko Palangka Raya juga terus menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan UMKM dan Koperasi Merah Putih, serta mengantisipasi turunnya belanja modal dengan memfokuskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan sanitasi.
“Pemerintah juga berupaya memperoleh dukungan pendanaan tambahan dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk menutup kekurangan pembiayaan infrastruktur,” pungkasnya. (PATHUR/H)









