PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan inflasi melalui berbagai inisiatif yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penegasan ini disampaikan oleh Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, yang menekankan pentingnya stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global.

Menurut Arbert Tombak, Pemko Palangka Raya telah mengambil berbagai langkah strategis untuk menekan laju inflasi. Upaya-upaya ini meliputi sidak pasar, operasi pasar, serta pengawasan dan pemantauan harga pangan secara berkala.

"Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga yang terjangkau bagi masyarakat," katanya, Kamis, 6 November 2025.

Selain itu, Pemko Palangka Raya juga mendorong gerakan menanam tanaman pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Kerja sama antar daerah (KAD) juga menjadi salah satu fokus utama dalam pengendalian inflasi. Melalui KAD, Pemko Palangka Raya berupaya menjalin kemitraan dengan daerah-daerah penghasil komoditas pangan untuk memastikan pasokan yang stabil dan harga yang wajar.

Lebih lanjut, Pemko Palangka Raya memberikan subsidi ongkos angkut untuk komoditas pangan tertentu. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi biaya distribusi dan memastikan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) juga secara rutin digelar untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

"Intinya, Pemko Palangka Raya terus berupaya untuk melaksanakan lebih banyak kegiatan ekonomi, guna mengurangi tekanan ekonomi pada masyarakat," tutur Arbert Tombak. (PATHUR/H)