BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2025 secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota, tercatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,73 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,75 pada Oktober 2024 menjadi 108,64 pada Oktober 2025.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa inflasi tersebut juga terjadi secara month-to-month (m-to-m) sebesar 0,52 persen, serta year-to-date (y-to-d) sebesar 1,88 persen.
“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2025 secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2024,” ujar Agnes pada Jumat, 7 November 2025.
Ia menuturkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,46 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,69 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,02 persen.
Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga adalah perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,28 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.
Dari sisi andil terhadap inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan 1,43 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,66 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,33 persen. Sebaliknya, kelompok perlengkapan rumah tangga dan kelompok informasi-komunikasi masing-masing memberi andil deflasi sebesar 0,01 persen.
Beberapa komoditas utama yang dominan mendorong inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang merah, beras, minyak goreng, dan kopi bubuk.
Komoditas lain yang turut menyumbang kenaikan harga meliputi ikan bakar, telur ayam ras, udang basah, mie instan, sewa rumah, dan makanan siap saji. Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi adalah ikan nila, angkutan udara, ikan kapar, bawang putih, tomat, dan ayam hidup.
Untuk inflasi bulanan (m-to-m), komoditas yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga di Oktober 2025 antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, ikan gabus, beras, telur ayam ras, dan semangka. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi m-to-m di antaranya bawang merah, cabai rawit, tomat, angkutan udara, dan cabai merah.
Dengan perkembangan tersebut, inflasi di Kalimantan Tengah pada Oktober 2025 masih berada dalam kisaran terkendali, meskipun tekanan harga pangan dan komoditas tertentu seperti emas perhiasan menjadi faktor dominan yang perlu terus diwaspadai. (TESTI PRISCILLA/H)









