PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah melaksanakan kegiatan normalisasi drainase di depan Pasar Rajawali. Kegiatan ini ditujukan untuk menangani masalah potensial genangan air yang sering terjadi di lokasi tersebut, terutama seiring intensitas hujan yang semakin tinggi dan sering akhir-akhir ini.

Sekretaris Daerah Palangka Raya, Arbert Tombak, menjelaskan bahwa kegiatan normalisasi drainase ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Wali Kota telah mengingatkan pentingnya memastikan fungsi drainase tetap optimal untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan perdagangan di sekitar Pasar Rajawali.

Di lokasi pengerjaan, tim gabungan terfokus melakukan pengerukan saluran drainase. Tujuan dari pengerukan ini adalah untuk membersihkan sisa-sisa sampah, lumpur, dan material lain yang memblokir aliran air, sehingga daya tampung drainase dapat meningkat dan aliran air hujan lebih lancar.

Arbert Tombak juga menyampaikan pesan untuk masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi normalisasi.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi agar bisa membantu menjaga kebersihan drainase agar bisa berfungsi optimal ketika hujan terjadi," ujarnya, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi drainase.

Tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan, pengerjaan normalisasi yang dilakukan pemerintah akan sulit memberikan hasil yang maksimal dalam jangka panjang.

Arbert berharap bahwa dengan selesainya kegiatan normalisasi drainase di depan Pasar Rajawali, genangan air di lokasi tersebut dapat diminimalkan bahkan hilang sepenuhnya.

"Ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dan mendukung kelancaran perdagangan di salah satu pasar terbesar di Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)