PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produk.

Langkah ini diambil agar produk-produk lokal Kalimantan Tengah tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga memiliki standar yang mumpuni untuk bersaing secara kompetitif di pasar internasional.

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar tersebut, Pemko bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Kehadiran LPEI diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha lokal dalam mengatasi hambatan, baik dari sisi permodalan, standarisasi produk, hingga akses langsung ke jaringan pembeli di luar negeri yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri," kata Zaini, Senin, 2 Februari 2026.

Sementara itu, Kepala Departemen Jasa Konsultasi LPEI, Prayudha Utama, mengungkapkan kabar positif terkait potensi serapan produk asal Palangka Raya di kancah global.

Ia menyatakan bahwa saat ini sudah ada calon pembeli potensial dari Selandia Baru yang memberikan sinyal kuat untuk menampung produk-produk hasil karya pelaku IKM setempat.

Kehadiran pasar di Selandia Baru ini menjadi angin segar sekaligus solusi konkret bagi para pelaku usaha yang selama ini sering mengeluhkan kesulitan dalam memasarkan produk mereka.

Dengan adanya saluran distribusi yang jelas, para pengrajin dan produsen di Palangka Raya dapat lebih fokus pada proses produksi dan menjaga konsistensi mutu tanpa harus khawatir mengenai keberlanjutan penjualan.

"Kolaborasi ini juga mencakup pendampingan intensif bagi pelaku IKM agar mereka memahami regulasi ekspor yang cukup rumit," ungkap Prayudha.

LPEI berkomitmen memberikan edukasi mengenai aspek manajerial dan teknis ekspor, sehingga para pelaku usaha memiliki kesiapan mental dan operasional yang matang sebelum mengirimkan produk mereka ke mancanegara. (HENDRI/y)