PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya resmi memulai langkah strategis dalam memodernisasi tata kelola sampah.

Ini diawali dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Kesepakatan ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dan manajemen penanganan sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kerja sama internasional ini merupakan tindak lanjut serius dari upaya Pemko untuk mengadopsi sistem manajemen sampah yang lebih efisien.

Korea Selatan dipilih sebagai mitra strategis karena reputasinya sebagai salah satu negara terbaik di dunia dalam implementasi teknologi hijau.

"Melalui kolaborasi ini, Palangka Raya berharap dapat mentransformasi sistem pembuangan konvensional menjadi ekosistem pengolahan sampah yang terintegrasi," kata Fairid, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menyampaikan bahwa penanganan sampah merupakan tantangan krusial seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Cantik.

Dengan menggandeng NIGT, Pemko Palangka Raya menargetkan adanya transfer teknologi, mulai dari sistem pemilahan otomatis hingga pengolahan sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Selain aspek teknologi, kerja sama ini juga mencakup pertukaran keahlian dan pendampingan teknis dari para pakar lingkungan Korea Selatan.

NIGT akan berperan dalam memberikan rekomendasi kebijakan dan desain sistem yang sesuai dengan karakteristik geografis serta volume sampah di Palangka Raya. (HENDRI/y)