PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menetapkan target ambisius untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya pada tahun 2026.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,30 persen.

Target ini menjadi fokus utama dalam agenda pembangunan ekonomi daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Langkah ini diambil di tengah kondisi data yang menunjukkan fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data resmi, tingkat kemiskinan di Kota Palangka Raya tercatat sebesar 3,52 persen pada 2024, namun kemudian mengalami sedikit kenaikan menjadi 3,62 persen pada 2025.

Saat ini, jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 11.200 jiwa dari total populasi penduduk yang mencapai kurang lebih 310.000 jiwa.

Zaini mengakui bahwa mencapai target 3,30 persen bukanlah perkara mudah.

"Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami mengingat adanya tren kenaikan dalam dua tahun terakhir," katanya, Jumat, 20 Februari 2026.

Kenaikan tipis sebesar 0,10 persen dari tahun sebelumnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk bekerja lebih ekstra dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan menyentuh akar persoalan.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemko akan memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Strategi yang disiapkan mencakup peningkatan akses modal bagi UMKM, pelatihan keterampilan kerja, hingga optimalisasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Sinkronisasi data antar instansi juga diperketat guna meminimalisir deviasi program di lapangan.

Zaini menambahkan bahwa faktor eksternal seperti inflasi dan harga kebutuhan pokok tetap menjadi variabel yang terus dipantau.

Pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas ekonomi lokal agar daya beli masyarakat tidak tergerus, yang seringkali menjadi pemicu naiknya angka kemiskinan.

Kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial juga akan terus didorong untuk mendukung target ini.

Pemerintah Kota Palangka Raya optimis bahwa dengan kerja keras dan sinergi seluruh pihak, tren kenaikan kemiskinan dapat dipatahkan.

Penurunan hingga ke angka 3,30 persen diharapkan tidak hanya sekadar capaian statistik, melainkan perubahan nyata pada kualitas hidup warga.

"Pemko berkomitmen untuk terus mengevaluasi setiap kebijakan demi memastikan visi kemakmuran di Kota Cantik dapat segera terwujud," pungkasnya. (HENDRI/H)