PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kemiskinan di wilayah setempat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program penanggulangan kemiskinan terletak pada penggunaan basis data yang valid dan akurat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Menurut Zaini, integrasi data sangat krusial agar tidak ada tumpang tindih dalam penyaluran bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi.

"Dengan data yang sinkron, pemerintah dapat memetakan dengan jelas siapa saja masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi, sehingga anggaran daerah dapat terserap secara efektif dan efisien," katanya, Senin, 2 Maret 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap sen yang dikeluarkan dari APBD memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa validasi lapangan dilakukan secara berkala melalui instansi terkait guna memperbarui status ekonomi warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat.

Selain mengandalkan data, Achmad Zaini juga mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk berkolaborasi secara lintas sektor.

Ia menekankan bahwa masalah kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan sinergi kolektif mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar.

Zaini juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi riil di lingkungan sekitar sangat membantu pemerintah dalam melakukan pemutakhiran data.

"Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama Pemko Palangka Raya dalam menjalankan setiap tahapan program pengentasan kemiskinan ini," pungkasnya. (HENDRI/H)