PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memahami tata kelola keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan dan keberlanjutan sesuai syariat Islam.

"Pemahaman mengenai ekonomi syariah sangat krusial dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah," katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, literasi yang kuat akan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat umum dalam memilih produk keuangan yang lebih aman, transparan, dan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan.

Kapasitasnya dalam mendorong agenda ini semakin strategis mengingat Achmad Zaini juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya.

Melalui wadah MES, ia berencana mensinergikan program-program pemerintah kota dengan instrumen ekonomi syariah untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan warga.

"Sebagai Ketua MES, saya melihat potensi besar yang belum tergarap maksimal karena keterbatasan pemahaman literasi. Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat agar lebih akrab dengan instrumen syariah, mulai dari perbankan hingga pengelolaan zakat dan wakaf yang produktif," ujarnya.

Program penguatan literasi ini nantinya akan menyasar berbagai sektor, mulai dari lingkungan pendidikan, pondok pesantren, hingga pengurus masjid di wilayah Kota Cantik.

Ia menekankan bahwa edukasi yang masif akan mempermudah implementasi kebijakan ekonomi berbasis umat yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. (HENDRI/y)