PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menetapkan target indikator makro untuk tahun 2027 sebagai pedoman utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan visi dan misi pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan dapat tercapai secara terukur dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Dalam sektor kesejahteraan sosial, pemerintah menargetkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 83,00.

Angka ini mencerminkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

Sejalan dengan itu, target persentase penduduk miskin ditekan hingga menyentuh angka 3,10 persen, menunjukkan fokus serius pada pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Upaya penguatan ekonomi juga menjadi prioritas dengan target Laju Pertumbuhan Ekonomi sebesar 7,20 persen.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas lapangan kerja dengan menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di angka 4,56 persen.

Sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.

Pemerintah juga memproyeksikan peningkatan daya beli masyarakat melalui target Angka PDRB per Kapita sebesar Rp108.281.000.

Menariknya, pertumbuhan ekonomi ini dirancang agar tetap inklusif dan merata, yang ditunjukkan dengan target Indeks Gini sebesar 0,290.

Angka ketimpangan yang rendah ini menjadi indikator bahwa distribusi pendapatan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa kesenjangan yang mencolok.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, kelestarian alam tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan Kota Palangka Raya.

Hal ini dibuktikan dengan penetapan target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 66,15.

Selain itu, pemerintah berkomitmen penuh terhadap isu perubahan iklim dengan menargetkan Potensi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 828.013,96 Ton sebagai bagian dari tanggung jawab ekologis daerah.

"Melalui penetapan target-target ambisius ini, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyelaraskan tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah nasional," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Jumat, 13 Maret 2026.

Harapannya, seluruh indikator tersebut tidak hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan menjadi fondasi nyata dalam mewujudkan Palangka Raya yang lebih maju, sejahtera, dan ramah lingkungan di masa depan. (HENDRI/y)