PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya tidak hanya mengejar angka pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga fokus pada aspek keadilan sosial bagi seluruh warganya.

Dalam pemaparan indikator makro menuju tahun 2027, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menetapkan target Indeks Gini berada di angka 0,290.

"Ini komitmen pemerintah untuk menekan ketimpangan pendapatan agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat luas," katanya, Minggu, 15 Maret 2026.

Indeks Gini dengan angka 0,290 mengategorikan Palangka Raya sebagai wilayah dengan tingkat ketimpangan yang rendah.

Hal ini menjadi indikator penting bahwa kebijakan ekonomi yang diambil tidak hanya menguntungkan segelintir kelompok atau pelaku usaha besar saja, melainkan juga mampu menyentuh lapisan masyarakat terbawah melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan jaring pengaman sosial yang efektif.

"Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang kita capai bersifat inklusif. Dengan target Indeks Gini 0,290, Pemerintah memastikan bahwa kesenjangan pendapatan antarwarga tetap terjaga di level yang rendah, sehingga stabilitas sosial dan kesejahteraan warga tetap terjamin," ujarnya.

Wali Kota menjelaskan bahwa upaya menjaga indeks ketimpangan tetap rendah dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya adalah dukungan masif bagi pelaku UMKM.

Dengan memberikan akses modal dan pelatihan bagi pedagang kecil dan menengah, distribusi pendapatan di tengah masyarakat akan menjadi lebih seimbang.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pinggiran kota juga berperan besar dalam membuka akses ekonomi bagi warga yang sebelumnya terisolasi.

"Angka 0,290 ini adalah janji kita untuk mewujudkan keadilan ekonomi. Kita tidak ingin ekonomi tumbuh tinggi tapi hanya dirasakan sebagian orang. Lewat akselerasi infrastruktur dan penguatan sektor riil, kita ingin seluruh warga memiliki peluang yang sama untuk sukses dan sejahtera," pungkasnya. (HENDRI/y)