PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kini pemerintah daerah fokus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat, dengan mengoptimalkan berbagai potensi sumber pendapatan asli daerah yang tersedia.

"Untuk mencapai kemandirian tersebut, pemerintah kota telah merancang skema Creative Financing atau pembiayaan kreatif," katanya, Senin, 20 April 2026.

Fokus utamanya adalah menciptakan inovasi pada sektor pajak dan retribusi daerah yang direncanakan secara matang untuk periode 2024–2026, guna memastikan struktur APBD yang lebih sehat dan mandiri.

Selain sektor pajak, optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) turut digenjot.

Fairid menilai, dengan pengelolaan aset atau Barang Milik Daerah (BMD) yang lebih profesional dan produktif, pemerintah kota dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi yang signifikan tanpa harus selalu menunggu kucuran dana dari tingkat pusat.

Pemerintah Kota juga aktif menjalin kemitraan strategis melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).

Melalui kolaborasi ini, pembangunan infrastruktur publik tetap dapat berjalan akseleratif dengan melibatkan investasi sektor swasta, yang sekaligus diperkuat melalui penguatan program *Corporate Social Responsibility* (CSR) yang terarah.

Transformasi digital melalui sistem SIPD, KKPD, hingga Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) menjadi instrumen penting dalam mendukung transparansi pendapatan.

Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kebocoran anggaran dapat ditekan, sehingga setiap rupiah pendapatan asli daerah dapat dikelola secara maksimal untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan warga. (HENDRI/H)