PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kota Cantik untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing sebagai sumber pangan keluarga.

Melalui penguatan program urban farming pemerintah daerah mendorong warga mengadopsi konsep Apotek Hidup dan Dapur Hidup.

Langkah ini dipandang sebagai solusi cerdas dan mandiri dalam menghadapi dinamika pasar yang sering kali tidak menentu.

Konsep Dapur Hidup diarahkan pada penanaman komoditas bumbu dan sayuran esensial seperti cabai, tomat, sawi, hingga lengkuas yang sering mengalami fluktuasi harga.

Sementara itu, Apotek Hidup difokuskan pada tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan kencur.

"Dengan menanam kebutuhan tersebut di halaman sendiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pangan yang lebih segar dan sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan belanja harian di pasar," katanya, Senin, 20 April 2026.

Zaini menekankan bahwa keberadaan tanaman pangan di tingkat rumah tangga akan berfungsi sebagai bantalan ekonomi atau economic buffer yang kuat.

Saat terjadi lonjakan harga pangan akibat kendala distribusi atau pengaruh situasi global, rumah tangga yang sudah mandiri secara pangan tidak akan terlalu terguncang.

Hal ini dianggap sebagai langkah preventif yang paling efektif untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah ancaman inflasi. (HENDRI/H)