PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menghadapi tantangan dalam regenerasi kepemimpinan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).

Fenomena kekosongan jabatan kepala dinas yang ditinggal purna tugas oleh pejabat sebelumnya memaksa sejumlah instansi harus dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Diketahui ada 9 dinas yang masih diisi Plt, yakni PUPR, Dishub, Disdik, Dinas Sosial, Dispursip, Dinas Lingkungan Hidup, Disperindagkop, DPM-PTSP hingga BKPSDM.

Kondisi ini cukup krusial mengingat peran kepala dinas sangat vital dalam pengambilan kebijakan strategis dan serapan anggaran.

Hingga bulan ini, ketergantungan terhadap sosok Plt masih terlihat cukup tinggi. Ketidaktersediaan pejabat definitif ini bahkan memicu terjadinya bongkar pasang posisi Plt di beberapa dinas dalam waktu yang relatif singkat.

Hal ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah kota masih mengalami kesulitan dalam menemukan figur yang tepat dan memenuhi kualifikasi untuk menduduki kursi eselon II secara permanen.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, memberikan penjelasan mengenai langkah strategis yang sedang diambil.

Menurutnya, pemerintah kota tidak tinggal diam dan sedang berupaya keras untuk mengisi kekosongan tersebut melalui mekanisme yang lebih modern dan sistematis, yakni melalui penerapan manajemen talenta.

"Saat ini proses pengisian jabatan melalui manajemen talenta masih terus berprogres," katanya, Senin, 20 April 2026.

Sistem ini dirancang untuk memetakan kompetensi, kinerja, dan potensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) secara objektif.

Dengan sistem ini, pemilihan pejabat tidak lagi hanya berdasarkan senioritas semata, melainkan berdasarkan data capaian yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing dinas.

Harapan ke depannya, melalui sistem manajemen talenta ini, Pemko Palangka Raya tidak akan lagi mengalami kesulitan dalam mencari kader pemimpin.

Fauzi menyebutkan keberadaan talent box atau kotak talenta akan menjadi pangkalan data yang berisi daftar ASN berprestasi yang siap dipromosikan kapan saja dibutuhkan.

Hal ini diharapkan dapat memangkas birokrasi pengisian jabatan yang selama ini terkesan lambat dan penuh dinamika.

Langkah ini juga menjadi komitmen Pemko Palangka Raya dalam melakukan reformasi birokrasi dan menciptakan iklim kerja yang kompetitif di kalangan ASN. (HENDRI/H)