PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berdampak pada harga kebutuhan pokok dan biaya logistik, tetapi juga mulai dirasakan dalam aktivitas pemerintahan. Kondisi ini bahkan memengaruhi mobilitas pejabat daerah, khususnya dalam pelaksanaan perjalanan dinas.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa saat ini akses masuk ke Kota Palangka Raya mengalami kendala. Salah satu faktor utamanya adalah keterbatasan tiket penerbangan yang berdampak langsung pada kelancaran perjalanan dinas.

“Kalau kita lihat sekarang ini, maskapai juga agak sulit masuk ke Kota Palangka Raya. Memang perjalanan dinas ini, Pak Wali sudah menginstruksikan kepada seluruh OPD agar yang sifatnya benar-benar urgen saja yang dilakukan,” ujarnya, Senin 27 April 2026.

Menurut Zaini, kebijakan pembatasan perjalanan dinas tersebut merupakan langkah efisiensi sekaligus penyesuaian terhadap kondisi yang ada. Pemerintah Kota berupaya memastikan kegiatan pemerintahan tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan akses transportasi.

Di sisi lain, dampak kenaikan BBM turut dirasakan pada sektor transportasi udara yang berimbas pada ketersediaan jadwal dan tiket. Hal ini membuat perencanaan perjalanan dinas harus lebih selektif dan mempertimbangkan urgensi kegiatan yang akan dihadiri.

"Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kondisi ini dapat segera membaik, sehingga aktivitas pemerintahan kembali berjalan normal," harapnya.

Sementara itu, seluruh perangkat daerah dimintanya untuk memaksimalkan penggunaan teknologi komunikasi sebagai alternatif dalam menjalankan tugas dan koordinasi lintas daerah. (MARINI/Y)