BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan program pemugaran taman kota tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan anggaran. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas ruang terbuka hijau dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa setiap taman sebenarnya telah memiliki alokasi anggaran perbaikan, meski harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.
“Setiap taman sebenarnya ada dana perbaikannya. Meski ada pemotongan, kita tetap upayakan merapikannya dengan dukungan dari pihak balai dan program CSR. Mengingat anggaran yang terbatas, kolaborasi memang sangat diperlukan,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menjadi solusi untuk memastikan program revitalisasi tetap berjalan optimal.
Lebih lanjut, Fairid menjelaskan bahwa program revitalisasi taman tidak hanya berfokus pada pengecatan ulang, tetapi juga mencakup perbaikan sistem pencahayaan, seperti lampu taman, serta penguatan konsep penghijauan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau sekaligus memperindah wajah Kota Palangka Raya sebagai “Kota Cantik”.
"Melalui kolaborasi yang kuat dan perencanaan yang matang, taman-taman kota dapat terus terawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik sebagai ruang rekreasi maupun penunjang kualitas lingkungan," pungkasnya. (MARINI/H)









