PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya telah menyiapkan peta jalan strategis untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Fokus utama pemerintah kini tertuju pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Upaya pertama yang menjadi prioritas adalah penguatan Pelatihan Vokasi Melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk membekali para pencari kerja dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

"Transformasi BLK ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap pakai, sehingga kesenjangan antara kualifikasi pelamar dan kebutuhan perusahaan dapat diminimalisir," kata Wakil Wali Kota, Achmad Zaini, Minggu, 3 Mei 2026.

Selain mengasah skill individu, pemerintah juga gencar melakukan Peningkatan Investasi di berbagai sektor usaha.

Pemko secara aktif mendorong masuknya investor guna memperluas struktur ekonomi daerah. Dengan iklim investasi yang kondusif, diharapkan muncul titik-titik ekonomi baru yang mampu membuka lowongan pekerjaan secara masif bagi masyarakat lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor formal yang terbatas.

Langkah ketiga yang tak kalah krusial adalah menjaga stabilitas pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan angkatan kerja.

Pemerintah menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.

"Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan, mulai dari dukungan bagi sektor UMKM hingga fasilitasi kewirausahaan mandiri, terus digulirkan agar angkatan kerja tetap produktif dan inovatif," jelasnya.

Ketiga upaya ini dirancang untuk saling bersinergi satu sama lain. Pelatihan vokasi memberikan keahlian, investasi menyediakan wadah pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi memastikan keberlanjutan roda usaha. (HENDRI/H)