PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan dinamika dunia kerja saat ini menuntut perubahan cepat dalam sistem penyiapan tenaga kerja.

Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong adanya penguatan kolaborasi yang masif antara sektor pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan.

"Langkah ini kita lakukan agar program peningkatan kompetensi yang dijalankan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan pasar industri saat ini," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Pemerintah daerah menyadari bahwa tantangan pemenuhan lapangan kerja tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Diperlukan sebuah ekosistem yang terintegrasi, di mana lembaga pelatihan kerja mampu menyerap informasi mengenai kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pasar, sementara pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan regulator yang mendukung keberlangsungan program tersebut.

Fairid menggarisbawahi bahwa ketidakpastian ekonomi global dan digitalisasi yang masif harus dijawab dengan kesiapan mental serta keterampilan yang mumpuni.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan kurikulum pelatihan yang fleksibel, inovatif, dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat luas.

Dengan adanya pendampingan yang tepat dari lembaga pelatihan serta dukungan kebijakan dari pemerintah, masyarakat tidak hanya dipersiapkan untuk mencari kerja, melainkan juga didorong untuk mampu menciptakan lapangan pekerjaan mandiri yang berbasis pada potensi daerah.

Melalui komitmen kolaboratif yang terarah ini, Pemko Palangka Raya optimistis kualitas dan relevansi pendidikan nonformal di wilayahnya akan meningkat secara signifikan.

Hasil akhirnya adalah terciptanya iklim ekonomi daerah yang tangguh, didukung oleh ketersediaan SDM lokal yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. (HENDRI/y)