PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus melakukan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga cabai yang mulai terjadi di daerah setempat. Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian serius setelah adanya indikasi defisit komoditas cabai di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, kenaikan harga saat ini terutama terjadi pada cabai merah. Sementara itu, cabai rawit merah dan cabai hijau juga mulai mendapat perhatian karena beberapa daerah mengalami keterbatasan pasokan.

Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin langsung oleh Kementerian Dalam Negeri, ada beberapa catatan penting, salah satunya terkait komoditas cabai. 

"Beberapa daerah mengalami defisit cabai rawit merah dan hijau, termasuk Kota Palangka Raya yang saat ini juga mengalami kenaikan harga cabai merah," ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

Menurut Zaini, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat. Karena itu, Pemko Palangka Raya akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun distributor untuk memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.

Selain pengawasan harga, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha guna menjaga distribusi komoditas cabai tetap lancar. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun sejumlah daerah mengalami kekurangan pasokan.

"Pemko Palangka Raya berharap upaya pengendalian inflasi yang dilakukan secara bersama-sama dapat menekan gejolak harga di pasaran. Kami juga mengimbau, masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kenaikan harga lebih tinggi," pungkasnya. (MARINI/H)