PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi seluruh pegawai di lingkungan pemerintah kota.

Hal ini disampaikan seiring dengan langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem baru untuk program percontohan (piloting) digitalisasi perlindungan sosial.

"Penguasaan literasi digital yang mumpuni bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi aparatur sipil negara (ASN) saat ini," katanya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Transisi menuju sistem berbasis digital menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak terjadi gagap teknologi saat sistem tersebut resmi diimplementasikan secara luas.

Keberadaan sistem baru dalam program percontohan perlindungan sosial ini dirancang untuk memodernisasi pola pelayanan publik.

Dengan adanya pemahaman digital yang merata, Arbert optimistis bahwa platform tersebut nantinya dapat dioperasikan secara optimal oleh para petugas di lapangan.

Selain aspek operasional, Sekda juga menggarisbawahi faktor keamanan data dalam pengelolaan sistem digital ini. Literasi digital yang baik dinilai akan meminimalkan risiko kebocoran data sensitif masyarakat serta menjaga integritas sistem dari berbagai potensi ancaman kejahatan siber.

"Pemerintah Kota Palangka Raya berharap digitalisasi perlindungan sosial ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Investasi teknologi yang telah dikeluarkan diharapkan tidak menjadi sia-sia dan tetap relevan dalam jangka panjang berkat pengelolaan serta pemeliharaan yang konsisten dari para pegawai.

Melalui sinergi antara kesiapan teknologi dan kecakapan para pegawai, sistem ini diharapkan mampu melayani seluruh kebutuhan warga kota dengan lebih cepat, tepat, dan transparan.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Palangka Raya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang cerdas atau smart governance," pungkasnya. (HENDRI/H)