PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Langkah ini diambil menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah daerah memandang perlu adanya intervensi nyata agar gejolak ekonomi global tersebut tidak membebani kehidupan sehari-hari warga di tingkat lokal.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah ini merupakan dampak dari dinamika ekonomi global yang berada di luar kendali pemerintah daerah.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam. Strategi mitigasi harus segera diterapkan demi meminimalkan dampak buruk eksternal tersebut terhadap roda perekonomian masyarakat Palangka Raya.

Menurut Zaini, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan mengendalikan laju inflasi.

"Pelemahan nilai tukar rupiah merupakan faktor eksternal yang tidak dapat kita kendalikan. Namun, dampaknya perlu kita antisipasi, terutama terkait inflasi dan kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah," ujarnya saat diwawancarai oleh awak media, Rabu, 10 Juni 2026.

Selain menyiapkan langkah dari sisi kebijakan, Zaini juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan selektif dalam mengatur pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Ia mengingatkan warga untuk memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting, baik dalam urusan belanja rumah tangga maupun investasi.

"Dalam situasi seperti ini, masyarakat perlu menyesuaikan pengeluaran sesuai kebutuhan. Kita lebih ke arah safety, mengamankan kondisi," tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Palangka Raya dijadwalkan akan segera menggelar High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Forum tertinggi tingkat daerah ini ditargetkan untuk merumuskan rekomendasi serta langkah-langkah teknis yang taktis. Melalui koordinasi ketat di TPID, pemerintah akan memetakan potensi kenaikan harga barang dan jasa serta menyiapkan skenario intervensi pasar jika situasi dinilai makin mendesak.

Salah satu aksi nyata yang kini tengah dimatangkan adalah pelaksanaan operasi pasar secara berkala. Upaya ini disiapkan untuk memastikan pasokan barang pokok tetap aman dan harganya tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan seluruh rangkaian kebijakan tersebut, Pemko Palangka Raya berharap stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga kokoh di tengah terpaan sentimen negatif global. (HENDRI/H)