PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menempatkan aspek keselamatan lingkungan dan ketangguhan wilayah sebagai arus utama dalam perencanaan kota masa depan.

Melalui akselerasi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB), pemerintah setempat kini bergerak cepat memetakan seluruh potensi ancaman bencana guna memastikan setiap jengkal pertumbuhan kota berjalan selaras dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang pesat tidak akan memberikan dampak jangka panjang jika mengabaikan faktor risiko alam.

Menurutnya, pemetaan potensi bencana secara dini merupakan investasi krusial agar hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai tidak sirna seketika akibat hantaman bencana yang tidak terantisipasi dengan baik.

"Dalam dokumen kajian yang tengah disusun ini, identifikasi kerawanan difokuskan pada karakteristik khas wilayah Kota Cantik, seperti potensi banjir luapan sungai serta kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.

Dengan memetakan titik-titik rawan secara mendetail, pemerintah daerah dapat memiliki basis data yang kuat dalam menetapkan rencana tata ruang wilayah yang aman dan berbasis mitigasi.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menjadi panduan ketat bagi dinas-dinas teknis dalam memberikan izin pemanfaatan ruang, pembangunan fasilitas publik, hingga pengembangan kawasan permukiman baru.

Pemetaan ini memisahkan zona-zona yang aman untuk pengembangan ekonomi dan zona-zona merah yang harus dipertahankan sebagai fungsi ekologis atau kawasan lindung penahan bencana.

"Agar dokumen KRB ini memiliki daya laku yang kuat, Pemko Palangka Raya memastikan proses penyusunannya melibatkan seluruh elemen strategis," ujarnya.

Sinergi yang dibangun bersama unsur Forkopimda, akademisi, instansi vertikal, hingga pelaku usaha ditujukan agar terjadi sinkronisasi program sehingga pembangunan berkelanjutan ini dipahami dan dijalankan oleh semua pihak.

Melalui pemetaan potensi ancaman bencana yang akurat dan terintegrasi ini, Kota Palangka Raya sedang membangun fondasi bagi generasi mendatang. (HENDRI/H)